Selamat Datang !!

Mirza Adany Muktasim

Senin, 27 Desember 2010

KEBIJAKAN MONETER

1.1.  Pengertian Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
Kebijakn moneter juga dapat didefinisikan sebagai kebijakan yang berhubungan dengan :
a)      Pengendalian lembaga keuangan
b)      Penjualan dan pembelian secara aktif kertas- kertas berharga oleh otorita moneter sebagai usaha mempengaruhi perubahan keadaan uang.
c)      Pembelian dan penjualan positif kertas berharga sebagai usaha mempertahankan struktur bunga tertentu, stabilitas saham, atau untuk memenuhi kewajiban dan komitmen tertentu lainnya.
Sebagian ekonom yang disebut kelompok monetaris menganjurkan agar bank sentral mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat mapan. Kelompok monetaris percaya bahwa fluktuasi jumlah uang beredar bertanggung jawab terhadap fluktuasi terbesar dalam perekonomian. Mereka berpendapat bahwa pertumbuhan jumlah uang beredar yang lambat dan mapan akan menghasilkan output, kesempatan kerja dan harga yang stabil.
Meskipun aturan kebijakan kelompok monetaris telah mencegah banyak fluktuasi ekonomi namun sebagian besar ekonom percaya bahwa ini bukanlah aturan kebijakan terbaik yang bisa diambil. Pertumbuhan mapan dalam jumlah uang beredar akan menstabilkan permintaan agregat hanya jika perputaran uang stabil. Tetapi kadang-kadang perekonomian mengalami guncangan, seperti pergeseran dalam permintaan uang yang menyebabkan perputaran menjadi tidak stabil. Sebagian besar ekonom percaya bahwa aturan  kebijakan perlu menentukan jumlah uang yang beredar disesuaikan dengan berbagai guncangan pada perekonomian.
1.2.  Fungsi Kebijakan Moneter
Dr. J.D. Sethi memjelaskan beberapa fungsi kebijakan moneter yaitu:
a.         Pendirian dan perluasan lembaga keuangan.
Bank sentral sebagai pemegang otoritas moneter mengusahakan agar modal ( dalam bentuk kredit) dapat sampai ke masyarakat.caranya dengan mendirikan lembaga keuangan di daerah sehingga masyarakat mempunyai akses untuk mendapat modal. Cara lainnya adalah dengan menggiring bank komersil agar memberikan pinjaman baik jangka menengah maupun panjang kepada masyarakat. Caranya bank sentral memberikan falitas rediskonto kepada bank komersial.
b.      Kebijakan suku bunga yang cocok
Suku bunga yang tinggi dapat menjadi hambatan pertumbuhan investasi swasta, terutama di Negara terbelakang. Karena ketika suku bunga tinggi maka pihak swasta tidak akan berani mengajukan pinjaman kredit apalagi ditengah kondisi ekonomi yang tidak sehat. Karenanya kebijakan suku bunga rendah sangat penting untuk merangsang investasi publik. Kebijakan suku bunga rendah adalah kebijakan uang murah. Tujuannya adalah menyediakan pinjaman publik secara murah dan menjaga pelayanan utang public tetap rendah, sehingga membantu pembiayaan pembangunan ekonomi.
Namun ada beberapa kelemahan suku bunga rendah, yaitu :
i. Merangsang pinjaman dan investasi untuk tujuan spekulatif
ii. Pertumbuhan tabungan rendah
Alternatifnya adalah bank sentral menetapkan suku bunga diskriminatif, yaitu suku bunga rendah untuk pinjaman produktif dan suku bunga tinggi untuk pinjaman tidak produktif.
c.       Manajemen utang
Manajemen utang meliputi :
i. Penerbitan obligasi pada waktu yang tepat
ii. Penstabilan harga
iii. Minimasi biaya pelayanan utang publik
Adapun tujuan pokok dari manajemen utang ini adalah “ untuk menciptakan kondisi dimana pinjaman publik dapat meningkat dari tahun ke tahun dan dalam skala yang luas tanpa memberikan kejutan pada sistemnya, dan untuk menjaga agar beban atas utang tetap rendah maka ia harus dilakukan dengan suku bunga yang rendah”.
Suku bunga rendah juga menjaga stabilitas pasar obligasi pemerintah. Dengan suku bunga rendah maka harga obligasi menjadi tinggi dan menjadi menarik bagi publik. Struktur suku bunga rendah harus tetap dipertahankan pemerintah untuk menjaga permintaan utang. Dan bila tidak ada permintaan utang, maka fungsi pokok manajemen utang adalah menciptakan permintaan tersebut.
d.      Perimbangan yang tepat antara penawaran dan permintaan uang
Keseimbangan antara penawaran dan permintaan uang tercermin dari tingkat harga. Kekurangabn persedian uang akan menghambat pertumbuhan uang sedangkan kelebihan uang akan menyebabkan inflasi.
Kenaikan permintaan uang meningkat seiring meningkatnya produksi sector pertanian dan industri, juga perubahan sektor non-uang menjadi sektor uang. Suplai uang untuk memenuhi permintaan uang untuk spekulasi sangat berbahaya karena akan menyebabkan inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, otoritas moneter harus mengendalikan penggunaan uang dan kredit melalui kebijakan meneter yang tepat.
e.       Pengendalian kredit
Pengendalian kredit dilakukan untuk mempengaruhi pola investasi dan produksi di suatu Negara. Tujuan utamanya adalah mengendalikan tekanan inflasioner yang timbul didalam proses pembangunan. Adapun metode yang digunakan dalam pengendalian kredit ini meliputi metode pengendalian kredit kuantitatif dan kualitatif
1.3.  Instrumen Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pertama adalah Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansive Policy) yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar. Kedua adalah Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy) yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar atau disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
a.       Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
b.      Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
c.       Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
d.      Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Minggu, 26 Desember 2010

TAHAPAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI ROSTOW

Teori Rostow
Teori pembangunan ekonomi dari Rostow ini sangat popular dan paling banyak mendapatkan komentar dari para ahli. Teori ini pada mulanya merupakan artikel Rostow yang dimuat dalam Economics Journal (maret 1956) dan kemudian dikembangkannya lebih lanjut dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth (1960). Menurut pengklasifikasian Todaro, teori Rostow ini dikelompokkan ke dalam model jenjang linier (linier stages model).
Menurut Rostow, proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap yaitu mesyarakat tradisional (the traditional society), prasyarat untuk tinggal landas (the preconditions for take-off), tinggal landas (the take-off), menuju kedewasaan (the drive to maturity), dan masa konsumsi tinggi (the age of higt mass-consumtion).
WALT WHITMAN ROSTOW
Dasar pembedaan tahap pembangunan ekonomi menjadi 5 tahap tersebut adalah karakteristik perubahan keadaan ekonomi, social dan politik yang terjadi. Menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau proses transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern merupakan proses yang multi-dimensional. Pembangunan ekonomi bukan hanya berarti perubahan struktur ekonomi suatu Negara yang ditunjukkan oleh menurunnya peranan sector pertanian dan peningkatan peranan sector industri saja.
Menurut Rostow, disamping perubahan seperti itu, pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain:
1.       1. perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, dan social yang pada mulanya perorientasi kepada suatu  daerah menjadi perorientasi keluar
  1. perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga, yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.
  2. perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat, dari melakukan incestasi yang tidak produktif (menumpuk emas, membeli rumah, dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif.
  3. perubahan sikap hidup dan adapt istiadat yang terjadi, merangsang pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan terhadap waktu, pernghargaan terhadap pertasi perorangan dan sebagainya.)
 Tahap Masyarakat Tradisional
Menurut Rostow, yang dimaksud dengan masyarakat tradisional adalah masyarakat yang fungsi produksinya terbatas yang ditandai oleh cara produksi relative masih primitif (yang didasarkan pada ilmu dan teknologi pra-Newton) dan cara hidup masyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional, tetapi kebiasaan tersebut telah turun-menurun.
Dalam suatu masyarakat tradisional menurut Rostow tingkat produktifitas perpekerja masih rendah, oleh kerena itu sebagian besar sumber daya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. Dalam sektor pertanian ini, struktur sosial bersifat hierarkis, yaitu anggota masyarakat mempunyai kemungkinan yang sangat keciluntuk mengadakan mobilitas secara vertikal dalam struktur sosial. Maksudnya adalah bahwa kedudukan seseorang dalam masyarakat tidak akan berbeda dengan nenek moyangnya. Kecil sekali kemungkinan seorang anak petani menjadi tuan tanah atau kelas masyarakat lain yang lebih tinggi dari petani. Hubungan keluarga dengan kesukuan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap organisasi yang terdapat dalam masyarakat dan dalam menentukan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Sementara itu kegiatan politik dan pemerintahan pada masa ini digambarkan Rostow dengan adanya kenyataan bahwa walaupun kadang-kadang terdapat sentralisasi dalam pemerintahan, tetapi pusat kekuasaan politik di daerah-daerah berada pada tangan para tuan tanah yang ada di daerah tersebut. Kebiaksanaan pemerintah pusat selalu dipengaruhi oleh pandangan para tuan tanah di daerah tersebut.
Ciri-ciri tahap masyarakat tradisional adalah sebagai berikut:
1.      Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif, dan tingkat produktifitas masyarakat rendah.
2.      Struktur sosial bersifat hierarkis, yaitu kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang mereka.
3.      Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.
Tahap Prasyarat Tinggal Landas
Pembangunan ekonomi menurut Rostow sadalah suatu proses yang menyebabkan perubahan karekteristik penting suatu masyarakat, misalnya perubahan keadaan sistem politik, struktur social, system nilai dalam masyarakat dan struktur ekonominya. Jika perubahan seperti itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sudah terjadi. Suatu masyarakat yang sudah mencapai proses pertumbuhan yang demikian sifatnya, dimana pertumbuhan ekonomi sudah sering terjadi, boleh dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggal landas.
Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-sustainable growth). Menurut Rostow, pada tahap ini dan sesudhnya pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis.
Tahap prasyarat tinggal landas ini mempunyai 2 corak. Pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh Negara Eropa, Asia, Timur tengah, dan Afrika, dimana tahap ini dicapai dengan perombakann masyarakat tradisional yang sudah lama ada. Corak yang kedua adalah tahap prasyarat tinggal landas yang dicapai oleh Negara-negara Born free (menurut Rostow) seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dimana Negara-negara tersebut mencapai tahap tinggal landas tanpa harus merombak system masyarakat yang tradisional. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat Negara-negara tersebut terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifit-sifat yang dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggal landas.
Seperti telah diungkapkan dimuka, Rostow sangat menekankan perlunya perubahan-perubahan yang multidimensional, karena ia tak yakin akan kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah dicipkatan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Menurut pendapat tersebut tingkat tabungan yang tinggi akan mengakibatkan tingkat investasi tinggi pula sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional. Namun menurut Rostow pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat. Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya.
Perubahan-perubahan yang dimaksud Rostow misalnya kemampuan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan modern dan membuat penemuan-penemuanbaru yang bias menurunkan biaya produksi. Disamping itu harus ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisir cara produksi dan harus didukung pula dengan adanya sekelompok masuyarakat yang menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta, yang inovativ untuk meningkatkan porduksi dan menaikkan produktivitas. Singkatnya, kenaikan investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung pada kenaikkan tingkat tabungan, tetapi juga kepada perubahan radikal dalamsikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, perubahan teknik produksi, pengambilan resiko dan sebagainya.
Selain hal-hal diatas, Rostow menekankan pula kenaikan tingkat investasi hanya mungkin terjadi jika terjsdi perubahan dalam struktur ekonomi. Kemajuan disektor pertanian, pertambangan dan prasarana harus terjadi semata-mata dengan proses peningkatan investasi. Pembangunan ekonomi hanya dimungkinkan oleh adanya kenaikan produktivitas di sector pertanian dan perkembangan di sector pertambangan.
Menurut Rostow, kemajuan sector pertanian mempunyai peranan penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggal landas. Peranan sector pertanian tersebut antara lain, pertama, kemajuan pertanian menjamin penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun diperkotaan. Hal ini menjamin penduduk agar tidak kelaparan dan menghemat devisa kerena import bahan makanan dapat dihindari. Kedua, kenaikan produktivitas di sector pertanian akan memperluas pasar dari berbagai kegiatan industri. Kenaikan pendapatan petani akan memperluas pasar industri barng-barang konsumsi, kenaikan produktivitas pertanian akan memperluas pasar industri-industri penghasil input pertanian modern seperti mesin-mesin pertanian dan pupuk kimia, kenaikan pendapatan disektor pertanian akan menciptakan tabungan yang bias digunakan sector lain (terutama industri) sehingga bias meningkatkan investasi di sector-sektor lain tersebut.
 Tahap Tinggal Landas
Pada tahap tinggal landas, pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau berupa terbukanya pasar baru. Sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan investasi. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Denga demikian tingjat pendapatan perkapita semakin besar.
Untuk mengetahui apakah sesuatu negara sudah mencapai tahap tinggal landas atau belum, Rostow mengemukakan tiga ciri dari masa tinggal landas yaitua:
1.      Berlakunya kenaikan dalam penanaman modal yang produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen dari Produk Nasional Netto atau NNP.
2.      Berlakunya perkembangan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju perkembangan yang tinggi.
3.      Adanya atau segera terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi.
 Tahap Menuju Kedewasaan
Tahap menuju kedewasaan ini diartikan rostow sebagai masa dimana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada hampir semua kegiatan produksi. Pada tahap ini sektor-sektor pemimpin baru akan muncul menggantikan sektor pemimpin lama yang sudah mengalami kemunduran. Sektor pemimpin baru ini coraknya ditentukan oleh perkembangan teknologi, kekayaan alam, sifat-sifat dari tahap lepas landas yang terjadi, dan juga oleh kebijaksanaan pemerintah.
Dalam menganalisis karakteristik tahap menuju kedewasaan, rostow menekankan analisisnya pada corak perubahan sektor pemimpin di beberapa negara yang sekarang sudah maju. Ia juga menunjukkan bahwa di tiap-tiap negara tersebut, jenis-jenis sektor pemimpin pada tahap sesudah tinggal landas adalah berbeda dengan yang ada pada tahap tinggal landas.
Kemudian Rostow mengemukakan karakteristik non ekonomis dari masyarakat yang telah mencapai tahap menuju kedewasaan antara lain:
1.      Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan. Peranan sektor industri smakin penting, sedangkan sektor pertanian menurun.
2.      Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Peranan manajer profesional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha-pemilik.
3.      Kritik-kritik terhadap industrialisasi mulai muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap dampak industrialisasi.
 Tahap Konsumsi Tinggi
Tahap konsumsi tinggi ini merupakan tahap terakhir dari teori pembangunan ekonomi Rostow. Pada tahap ini perhatian masyarakat sudah lebih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada masalah produksi.
Terdapat 3 macam tujuan masyarakat atau negara yaitu:
1.      Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan terhadap bangsa lain.
2.      Menciptakan negara kesejahteraan dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata melalui sistem pajak yang progresif
3.      Meningkatkan konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok yang meliputi pula barang yang tahan lama dan barang mewah.
Keunggulan Teori Rostow
1.      Memberikan kejelasan tahapan-tahapan pencapaian kemajuan yang meliputi : 1) masyarakat tradisional, 2) masyarakat pra kondisi tinggal landas, 3) masyarakat tinggal landas, 4) masyarakat kematangan pertumbuhan dan 5) masyarakat dengan konsumsi biaya tinggi. Tahapan tersebut memberikan tawaran secara terperinci pada pengambil kebijakan di sebuah Negara tentang tahapah dan prasyarat dari pencapaian tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan sebuah Negara menjadi lebih maju. Kejelasan teori yang disampaikan oleh Rostow itulah yang melatarbelakangi banyak Negara berkembang menerapkan teori ini dalam pembangunan mereka.
2.      Petunjuk jelas yang disampaikan oleh Rostow tentang cara praktis dalam memperoleh sumberdaya modal untuk mencapai tingkat investasi produktif yang tinggi. Cara tersebut disajikan dalam berbagai alternatif yaitu:
a) Dana investasi dari pajak yang tinggi
b) Dana invesatasi dari pasar uang atau pasar modal
c) Melalui perdagangan internasional
d) Investasi langsung modal asing
Kelemahan teori Rostow
Adapun kelemahan teori rostow adalah sebagai berikut:
1.      Sering terjadi pertumbuhan ekonomi yang semu tidak seperti yang diharapkan oleh teori ekonomi ini. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi tertutupi oleh pertumbuhan penduduk akibat penurunan angka kematian. Akibat lanjutannya adalah sebuah Negara menjadi sulit untuk berkembang dan melalui tahap tinggal landas.
2.      Dengan dasar teori ini, seringkali Negara harus melakukan mobilisasi seluruh kemampuan modal dan sumber daya alamnya sehingga mencapai tingkat investasi produktif sebesar 10% dari pendapatan nasionalnya. Efek dari teori itu adalah terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap sumber alam dan bahan-bahan mentah, tanpa mempertimbangkan kelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan dating. Kerusakan alam justru berakibat pada penurunan ekonomi masyarakat tradisional, penurunan kesehatan, merebaknya penyakit, kerawanan sosial, dsb.
3.      Negara yang menerapkan teori ini seringkali memperoleh sumberdaya modal dari investasi langsung modal asing yang ditanamkan pada bidang pembangunan prasarana, pembukaan tambang, dan struktur produktif yang lain. Investasi ini biasanya dalam bentuk pinjaman, baik dari Negara, kreditor, maupun dari lembaga-lembaga internasional seperti bank dunia, IMF atau dari MNC (Multi Natioanl Corporation). Pinjaman juga sering diberikan pada pemerintah Negara berkembang untuk mendanai proyek-proyek pembangunan. Dari pola itu terlihat terdapat ketidak seimbangan posisi karena Negara berkembang tersebut berposisi sebagai debitor, sedangkan Negara asing atau lembaga asing adalah kreditor. Negara berkembang selanjutnya sering ditekan sehingga yang tampak, pemerintah Negara berkembang tersebut tidak lebih hanyalah tangan kanan dari Negara asing atau lembaga asing yang ingin mensukseskan agenda-agenda politik maupun ekonominya di Negara yang sedang berkembang. Negara berkembang juga seringkali terjerat utang dan sulit untuk menyelesaikan persoalan utang sehingga menjadikan mereka sulit menuju kemajuan yang diharapkan. 
 4. Tahap tinggal landas merupakan tahap yang sangat kritis. Dalam teori yang disampaikan oleh Rostow, justru tidak memberikan penekanan pada bagaimana mengatasi problematika yang kritis dalam tahap tinggal landas. Rostow tidak memberikan pembahasan yang mendalam bagaimana cara mengatasi efek negatif dari sebuah pertumbuhan ekonomi yang dipercepat, seperti misalnya efek kesenjangan sosial, distabilitas sosial dan distabilitas politik yang seringkali justru berakibat pada kehancuran yang mendalam seperti yang misalnya terjadi di Indonesia. 

Sabtu, 25 Desember 2010

STABILIZATION POLICY & CONSUMPTION THEORY

1. STABILIZATION POLICY
A. Perbedaan pandangan para ahli ekonomi tentang bagaimana seharusnya para policymaker merespon siklus bisnis !!!
Sebagian ekonom memandang perekonomian tidak stabil secara inheren. Mereka berpendapat bahwa perekonomian sering mengalami guncangan pada penawaran agregat dan permintaan agregat. Kecuali para pembuat kebijakan menggunakan kebijakan moneter atau kebijakan fiskal untuk menstabilkan perekonomian, guncangan ini akan menyebabkan fluktuasi yang tidak perlu dan tidak efisien dalam output, pengangguran serta inflasi. Kebijakan makroekonomi seharusnya condong melawan angin yang mendorong perekonomian ketika mogok dan memperlambat perekonomian ketika mesinnya terlalu panas.
Sebagian ekonom lain berpendapat bahwa perekonomian stabil secara alamiah. Menurut mereka, kebijakan ekonomi yang buruklah yang menyebabkan fluktuasi besar dan tidak efisien. Kebijakan ekonomi seharusnya tidak berusaha menyetel perekonomian.
B. Kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan pengambilan kebijakan stabilisasi !
Kendala yang dihadapi oleh para pembuat kebijakan adalah masalah kelambanan atau kesenjangan waktu yang sulit diprediksi sehingga sulit dalam melakukan kebijakan moneter ataupun kebijakan fiskal.
Kelambanan tersebut terbagi 2 yaitu kelambanan dalam dan kelambanan luar. Kelambanan dalam adalah waktu antara guncangan perekonomian yang terjadi dengan tindakan kebijakan dalam menghadapinya. Hal ini terjadi karena para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan kemudian mengeluarkan kebijakan yang tepat. Sedangkan kelambanan luar adalah waktu antara tindakan kebijakan dengan pengaruhnya terhadap perekonomian. Hal ini terjadi karena kebijakan yang dibuat tidak segera memberi pengaruh terhadap pengeluaran, pendapatan, dan kesempatan kerja.
C. Pengertian dari Automatic Stabilizer
Automatic stabilizer adalah suatu kebijakan yang dirancang untuk menstimulasikan atau memberi rangsangan ataupun untuk menekan perekonomian ketika diperlukan tanpa adanya perubahan kebijakan yang disengaja.
D. Hubungan antara kepercayaan dan proses politik dengan proses pengambilan kebijakan.
Sebagian ekonom percaya bahwa kebijakan ekonomi terlalu penting untuk dilimpahkan kepada kebijaksanaan para pembuat kebijakan. Namun sebagian ekonom lain memandang proses politik tidak menentu, barangkali karena proses politik mencerminkan pergeseran kekuasaan dari kelompok-kelompok yang mempunyai kepentingan khusus. Selain itu, ilmu makroekonomi adalah ilmu yang rumit sehingga para politisi seringkali tidak cukup ilmu yang memadai untuk membuat penilaian yang tepat dan akurat. Bahkan bisa memungkinkan muncul keputusan yang tidak sesuai dengan kesejahteraan rakyat tetapi menurut kepentingan dari para politisi tersebut. Ketidak percayaan terhadap proses politik menyebabkan sebagian ekonom menganjurkan penempatan kebijakan ekonomi di luar realitas politik
E. Persoalan inconsistensi waktu dalam discretion policy
Kita bisa mempercayai para policymaker dalam menetapakan kebijakannya dibandingkan kebijakan yang bersifat baku. Kebijakan berdasarkan kebijaksanaan biasanya lebih bersifat fleksibel sepanjang para polycymaker bertindak cerdas dan penuh kebajikan. Namun muncul masalah inkonsistensi waktu dari kebijakan tersebut. Yaitu tidak konsistennya para pembuat kebijakan terhadap kebijakan yang telah mereka tetapkan dikarenakan waktu yang menggoda mereka untuk melanggar kebijakan tersebut dikarenakan dampak dari kebijakan yang ditempuh tidak berarti bagi sasaran kebijakan.

2. CONSUMPTION THEORY
A. Teori Konsumsi JM Keynes serta kritikan terhadap teori tersebut
Keyness membuat dugaan-dugaan tentang fungsi konsumsi berdasarkan introspeksi dan observasi kasual antara lain : Pertama adalah kecenderungan mengkonsumsi marginal (MPC) adalah antara nol dan satu artinya ketika orang menerima uang yang lebih banyak, mereka cenderung mengkonsumsi sebagian dan menabung sebagian. Kedua adalah kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (APC) turun ketika pendapatan naik artinya mereka yang mempunyai uang yang banyak cenderung menabung dalam jumlah yang besar dibandingkan orang-orang yang mempunyai uang sedikit. Ketiga adalah pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peran penting. Hal ini bertentangan dengan paham klasik yang menganggap bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong tabungan dan menghambat konsumsi.
Setelah keyness mengeluarkan teorinya tersebut, para peneliti mensurvei rumah tangga dan mengumpulkan data tentang konsumsi dan pendapatan dan menghasilkan kesimpulan bahwa apa yang diungkapkan keyness adalah benar. Namun pada saat terjadi perang dunia kedua, para ekonom beralasan bahwa bila pendapatan dalam perekonomian tumbuh sepanjang waktu maka rumah tangga akan mengkonsumsi bagian yang semakin kecil dari pendapatan mereka. Para ekonom ini memprediksikan akan terjadinya stagnasi sekuler yaitu depresi panjang dalam durasi tanpa batas. Setelah perang dunia kedua selesai, apa yang diramalkan keyness bahwa APC akan turun ketika pendapatan naik tidak terjadi.
Kemudian Simon Kuznet membangun data agregat konsumsi dan pendapatan yang baru. Ia menemukan bahwa rasio konsumsi terhadap pendapatan cenderung stabil dari dekade ke dekade atau hampir konstan selama periode waktu yang panjang. Lagi-lagi dugaan keyness meleset. Kesimpulannya bahwa dugaan keyness itu berlaku dalam jangka pendek tetapi jika dalam jangka panjang, APC cenderung konstan.
B. Optimasi atau bagaimana konsumen memaksimumkan kepuasan dengan pilihan konsumsi dalam teori konsumsi Intertemporal Choice Irving Fisher serta bagaimana perubahan pendapatan mempengaruhi konsumsi dengan teori ini.
Optimasi adalah kepuasan konsumen dalam memilih kombinasi konsumsi mereka yang terbaik dan lebih mereka sukai dalam dua periode (masa sekarang dan masa depan). Konsumen akan mencapai tingkat kepuasan yang tertinggi dengan mengkonsumsi pada batas anggaran kurva indiverens tertinggi yang menyinggung garis batas anggaran.
Ketika pendapatan berubah dari Y1 ke Y2 akan menggeser batas anggaran ke kanan sehingga batas anggaran menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Hal itu memungkinkan konsumen untuk memilih kombinasi yang lebih baik dari periode sebelumnya sehingga konsumen lebih banyak melakukan konsumsi pada periode ke dua. Kesimpulannya adalah bahwa konsumsi tergantung pada pendapatan sekarang dan pendapatan masa depan.

Kamis, 23 Desember 2010

TEORI BELAJAR

BELAJAR

A. Definisi dan Contoh Belajar

1. Definisi Belajar

· Skinner : Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif.

· Chaplin : 1.Belajar adalah Perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. 2.Belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.

· Hintzman : Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

· Wittig : Belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam atau keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.

· Reber : 1.Proses memperoleh pengetahuan. 2.Suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.

· Biggs : 1.Kuantitatif yaitu pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. 2.Institusional yaitu proses Pengabsahan terhadap penguasaan atas materi-materi yang telah dipelajari. 3.Kualitatif yaitu proses memperoleh pemahamn dan cara menafsirkan dunia di sekelilingnya.

· Secara Umum : Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

2. Contoh Belajar

Seorang anak balita memperoleh mobil-mobilan dari ayahnya. Lalu ia coba mainan ini dengan cara memutar kuncinya dan meletakkannya pada suatu permukaan. Perilaku “memutar dan meletakkan” tersebut merupakan respon atau reaksi atas rangsangan yang timbul. Pada tahap permulaan, respon anak terhadap stimulus yang ada pada mainan tadi biasanya tidak tepat atau tidak teratur namun berkat latihan dan pengalaman berulang-ulang akhirnya ia menguasai dan dapat memainkan mobil-mobilan dengan baik.

B. Arti penting Belajar

Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan sehingga belajar mendapat tempat yang luas di berbagai disiplin ilmu, ex: psikologi pendidikan. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dalam belajar bahkan kualitas peradaban manusia pun tergantung pada belajar. Namun terkadang hasil belajar dari kinerja akademik disamping membawa manfaat juga membawa mudharat. ex: tidak sedikit orang pintar yang yang menggunakan kepintarannya untuk mencelakakan orang lain.

Meskipun mempunyai dampak negatif, belajar tetap memiliki arti penting karena belajar merupakan alat mempertahankan kehidupan manusia. Di samping itu dalam perspektif islam belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dalam surat al-mujadalah : 11 yang artinya : “Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang yang beriman dan berilmu”. Jadi kita sebagai calon guru atau guru, seyogianya melihat hasil belajar siswa dari berbagai sudut kinerja psikologi secara menyeluruh dan utuh.

C. Belajar, Memori & Pengetahuan Dalam Perspektif Psikologi & Agama

1. Perspektif Psikologi

Ahli sains kognitif sepakat bahwa hubungan antara belajar, memori dan pengetahuan itu sangat erat dan tak mungkin dipisahkan. Memori : adalah proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan.

Sebuah informasi yang diterima melalui panca indra akan masuk ke dalam Short Term Memory (memori jangka pendek) dan kemudian akan diberi kode seperti simbol-simbol, setelah proses pengkodean informasi itu akan masuk dan tersimpan dalam Long Term Memory (memori jangka panjang).

Setiap informasi yang kita terima, sebelum masuk dalam short term memory, terlebih dahulu disimpan sesaat dalam tempat penyimpanan sementara yang disebut Sensory Memory atau Sensory Register. Jadi struktur sistem akal manusia terdiri atas 3 subsistem yaitu Sensory Register, Short Term Memori, dan Long Term Memory.

Ditinjau dari Sifat dan cara penerapannya, Ilmu Pengetahuan terdiri atas 2 macam yaitu :

a) Declarative Knowledge : Pengetahuan mengenai informasi faktual yang bersifat statis dan dapat dijelaskan dengan lisan.

b) Procedural Knowledge : keterampilan perbuatan jasmaniah yang cenderung bersifat dinamis namun sangat sulit dijelaskan dengan lisan.

Ditinjau dari sudut jenis informasi dan pengetahuan yang disimpan, memori manusia terdiri atas 2 macam yaitu :

a) Semantic Memory : memori khusus yang menyimpan arti-arti atau pengertian-pengertian.

b) Episodec Memory : memory khusus yang menyimpan informasi tentang peristiwa-peristiwa.

2. Perspektif Agama

Agaknya tidak ada satu agama pun termasuk islam yang menjelaskan secara rinci dan operasional mengenai proses belajar, proses kerja sistem memory (akal), dan proses dikuasainya pengetahuan dan keterampilan oleh manusia. Namun islam menekankan akan pentingnya fungsi akal dan indera sebagai alat untuk belajar seperti kata-kata ya’qilun, yatafakkarun, dll.

Adapun dalil naqli yang mewajibkan orang untuk belajar agar memperoleh ilmu pengetahuan adalah:

”Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran (QS, Az-zumar : 9)

Rasulullah bersabda : “Wahai sekalian manusia, belajarlah! Karena ilmu pengetahuan hanya didapat melalui belajar”.

Adapun ragam alat belajar yaitu:

a) Indera penglihat (mata)

Yaitu alat fisik yang berguna untuk menerima informasi visual.

b) Indera pendengar (telinga)

Yaitu alat fisik yang berguna untuk menerima informasi verbal.

c) Akal

Yaitu potensi kejiwaan manusia berupa sistem psikis yang komplek untuk menyerap, mengolah, menyimpan, dan memproduksi kembali item-item informasi dan pengetahuan.

D. Teori-Teori Pokok Belajar

Terdapat beberapa teori pokok belajar yang merupakan hasil penelitian para ahli yaitu:

1. Koneksionisme

Ditemukan dan dikembangkan oleh Edward Thorndike. Dalam eksperimennya, ia menggunakan seekor kucing yang diletakkan dalam sebuah sangkar yang lengkap dengan peralatan yang memungkinkan kucing tersebut keluar dari sangkar untuk memperoleh makanan yang berada di depan sangkar.

Kucing tersebut mencoba untuk keluar dengan berbagai cara untuk memperoleh makanan, namun secara kebetulan kucing menekan pengungkit dan berhasil membuka pintu dan menuju makanan.

Berdasarkan eksperimen di atas, Edward menyimpulkan bahwa belajar itu adalah hubungan antara stimulus dengan respon. Ada dua hal yang mendorong timbulnya fenomena belajar yaitu: pertama, adanya motivasi (rasa lapar) dan kedua, adanya tujuan (makanan yang berada di luar sangkar

2. Pembiasaan Klasik

Teori ini berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov, seorang ilmuan rusia. Pada dasarnya teori ini adalah sebuah prosedur penciptaan reflek baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya reflek tersebut.

Dalam eksperimennya, Pavlov menggunakan anjing yang mula-mula diikat sedemikian rupa dan pada salah satu kelenjar air liurnya diberi alat penampung cairan. Sebelum anjing tersebut dikenai eksperimen, secara alami anjing itu selalu mengeluarkan air liur setiap kali mulutnya berisi makanan. Namun ketika suara bel dibunyikan, secara alami pula anjing itu menunjukkan reaksi yang berbeda yakni tidak mengeluarkan air liur.

Kemudian dilakukan eksperimen berupa latihan pembiasaan mendengarkan bel bersama-sama dengan pemberian makanan. Setelah latihan yang berulang-ulang, suara bel tadi didengarkan lagi tanpa disertai makanan. Ternyata anjing tersebut mengeluarkan air liur.

Hasil eksperimen Pavlov tersebut menunjukkan bahwa apabila stimulus yang diadakan, selalu disertai dengan stimulus penguat maka stimulus yang diadakan tadi cepat atau lambat akhirnya akan menimbulkan respon atau perubahan yang dikehendaki.

3. Pembiasaan Perilaku Respon

Penciptanya bernama Frederic Skinner. Dalam eksperimennya, Skinner menggunakan seekor tikus yang ditempatkan dalam sebuah peti sangkar yang terdiri dari dua macam komponen yaitu Manipulandum dan alat pemberi Reinforcement yang antara lain berupa wadah makanan. Manipulandum adalah komponen yang dapat dimanipulasi dan gerakannya berhubungan dengan reinforcement. Komponen ini terdiri dari tombol, batang jeruji, dan pengungkik.

Mula-mula tikus itu mengekplorasi peti sangkar dengan cara lari kesana kemari, mencium benda-benda yang ada di sekitarnya, mencakar dinding dan sebagainya. Aksi seperti ini disebut Emitted Behaviour yaitu tingkah laku yang terpancar dari organisme tanpa mempedulikan stimulus tertentu. Kemudian pada gilirannya secara kebetulan salah satu emitted behaviour tersebut dapat menekan pengungkit yang mengakibatkan munculnya butir-butir makanan ke dalam wadahnya.

Eksperimen Skinner ini mirip dengan yang diklakukan oleh Thorndike. Namun menurut Thorndike, tingkah laku belajar selalu melibatkan Kepuasan sedangkan menurut Skinner, fenomena tersebut melibatkan reinforcer atau penguat

4. Teori Pendekatan Kognitif

Teori psikologi kognitif adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang merupakan himpunan disiplin yang tediri atas psikologi kognitif, ilmu komputer, linguistik, intelegensi buatan, matematika, epistimologi, dan psikologi syaraf. Dalam pandangan ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental seperti motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.

Pendekatan kognitif bertentangan dengan teori behaviorisme Thorndike, Pavlov, dan Skinner. Menurut para ahli psikologi kognitif, aliran behaviorisme ini tidak lengkap sebagai sebuah teori psikologi sebab tidak memperhatikan proses kejiwaan yang berdimensi ranah cipta seperti berpikir, mempertimbangkan pilihan dan mengambil keputusan. Selain itu, aliran behaviorisme juga tidak mau tahu urusan ranah rasa.

Dalam perspektif psikologi kognitif, belajar pada dasarnya adalah peristiwa mental bukan peristiwa behavioral meskipun hal-hal behavioral tampak nyata dalam hampir setiap peristiwa belajar.

Diantara keyakinan prinsipal teori behavioristik adalah setiap anak manusia lahir tanpa warisan kecerdasan, warisan bakat, warisan perasaan dan warisan abstrak lainnya. Semua kecakapan, kecerdasan dan perasaan baru timbul setelah terjadi kontak dengan alam sekitar